Scroll to top

Penyelidikan Epidemiologi Penyakit Lingkungan (Diare) di Desa Poowo Barat

By Dinas Kesehatan Bone Bolango 28 Jul 2026, 09:55 WITA
Penyelidikan Epidemiologi Penyakit Lingkungan (Diare) di Desa Poowo Barat

Bone Bolango – Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Bolango melalui petugas Surveilans dan Kesehatan Lingkungan (Kesling) bersama Petugas Puskesmas Kabila melaksanakan Penyelidikan Epidemiologi (PE) Penyakit Lingkungan (Diare) di Desa Poowo Barat, Kecamatan Kabila, pada Selasa, 28 Juli 2026. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah cepat untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko penyebab diare serta mencegah terjadinya peningkatan kasus di masyarakat.

Penyelidikan epidemiologi bertujuan untuk mengetahui kondisi lingkungan yang berpotensi menjadi penyebab terjadinya diare sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kasus diare di wilayah Kecamatan Kabila umumnya berkaitan dengan faktor lingkungan dan sanitasi. Beberapa faktor risiko yang ditemukan antara lain penggunaan air sumur atau sumber air yang belum memenuhi persyaratan kesehatan, kondisi sumur yang tidak tertutup rapat, serta kebersihan lingkungan yang masih perlu ditingkatkan. Selain itu, masih ditemukan genangan air pada wadah-wadah yang tidak tertutup, seperti drum yang tidak terpakai dan kaleng bekas, yang dapat menjadi tempat berkembangnya vektor seperti lalat. Lalat berpotensi membawa kuman penyebab diare ke makanan maupun minuman yang dikonsumsi masyarakat.

Meski demikian, hingga saat ini tidak terdapat laporan Kejadian Luar Biasa (KLB) diare yang bersifat masif di wilayah tersebut. Pelaksanaan penyelidikan epidemiologi dilakukan sebagai langkah antisipatif agar potensi penyebaran penyakit dapat dikendalikan sedini mungkin melalui identifikasi faktor risiko dan upaya pencegahan yang tepat.

Dalam kegiatan tersebut, petugas Surveilans dan Kesling Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Bolango bersama Petugas Puskesmas Kabila melakukan observasi kondisi sanitasi lingkungan, pemeriksaan sumber air bersih, serta memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya menekan risiko penularan penyakit diare.

Petugas kesehatan mengimbau masyarakat untuk terus menerapkan kebiasaan hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat diingatkan agar selalu mencuci tangan menggunakan sabun di bawah air mengalir sebelum makan dan setelah menggunakan toilet. Selain itu, air minum dan makanan harus diolah serta dimasak hingga benar-benar matang sebelum dikonsumsi guna mencegah masuknya kuman penyebab penyakit.

Petugas juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah dengan menghilangkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sumber pencemaran maupun berkembangnya vektor penyakit. Penggunaan jamban yang sehat sangat dianjurkan agar limbah tidak mencemari sumber air bersih. Khusus bagi keluarga yang memiliki bayi atau balita yang masih menggunakan popok, masyarakat diimbau agar membersihkan kotoran bayi terlebih dahulu ke jamban sebelum popok dibuang ke tempat sampah, sehingga tidak menjadi sumber pencemaran lingkungan.

Melalui kegiatan penyelidikan epidemiologi ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Bolango berharap masyarakat semakin memahami pentingnya sanitasi lingkungan yang baik, penggunaan air bersih yang memenuhi syarat kesehatan, serta penerapan PHBS secara konsisten. Kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran penyakit diare serta mewujudkan lingkungan yang sehat dan aman bagi seluruh warga.

by_Humas Dikes-BB


Komentar

Tulis komentar

Tuliskan Komentar

Lihat semua komentar

Nama *

Email *

Comment *

Lensa Informasi


Aduan Masyarakat


Awal

17 Jul 2024 03:36 WITA

Puas

Afraiza

12 Jul 2024 01:49 WITA

Saya Butuh Gizi

Jeff Putra

12 Jul 2024 01:47 WITA

Saya mengalami Masalah di desa saya. mengenai Gizi Buruk. apa bisa di prioritaskan di daerah saya ?

Survey Kepuasan